WARGA NGUPASAN IKUTI SOSIALISASI

Yogyakarta, sebuah kota yang memiliki nilai strategis baik dari sisi wilayah administratif maupun segudang potensi yang dimiliki mendatangkan sebuah harapan dan peluang bagi banyak pihak, mulai dari masyarakatnya hingga masyarakat. Seperti kita tahu, Kota Yogyakarta selain sebagai kota pendidikan, kita kenal juga sebagai kota budaya yang menyimpan banyak nilai historis, cagar budaya dan tata nilai sehingga memantapkan Yogyakarta sebagai "City of Philosophy". Hal tersebut sejalan dengan apa yang saat ini tengah diupayakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan mencanangkan program "Yogyakarta Warisan Budaya" dengan mengusung konsep "Sumbu Filosofi, Sangkan Paraning Dumadi" seperti yang telah digelar dalam acara sosialisasi di Kantor Kelurahan Ngupasan pada 7 dan 8 Oktober 2021. 

Dalam kesempatan sosialisasi, menghadirkan langsung narasumber dari tokoh masyarakat Kelurahan Ngupasan, Drs. M. Chawari, M.Hum yang mengupas secara gamblang tentang makna filosofis "Sumbu Filosofis" dan tata nilai "Sangkan Paraning Dumadi". Dalam paparannya dijelaskan, bahwa Sumbu Filosofis adalah suatu garis artefak yang terletak diantara Tugu-Kraton-Panggung Krapyak, yang posisinya lurus terhubung satu sama lain dan tak bisa dipisahkan. Sedangkan tata nilai "Sangkan Paraning Dumadi", adalah mengandung makna tentang perjalanan hidup manusia sejak dari lahir, tumbuh dan kembali ke pangkuan yang Maha Kuasa. 

Dalam kesempatan sosialisasi ini, Lurah Ngupasan Drs. Didik Agus M dalam sambutannya berpesan kepada warga Ngupasan untuk belajar memahami akan posisi wilayah kampung yang masuk dalam kawasan sumbu filosofi dengan maksud kedepan masyarakat diharapakan menjadi subyek sekaligus obyek dalam pengejowantahan tata nilai sangkan paraning dumadi dengan cara ikut menjaga dan melestarikan cagar budaya baik yang tangible ( benda cagar budaya) maupun yang bersifat intangible ( adat istiadat, tata nilai), sehingga personifikasi artefak sumbu filosofi tersebut nantinya dapat benar-benar terwujud dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita. Dalam kesempatan lain, Kepala Seksi Balai Pengelola Kawasan Sumbu Filosofi (BKSF) Dinas Kebudayaan DIY, menyampaikan bahwa konsep program Sumbu Filosofi ini telah diajukan/didaftarkan ke UNESCO sejak 2017 lalu dan diharapkan nantinya di Februari 2022 disetujui, sehingga masyarakat dapat meraih predikat Yogyakarta "The City of Philosofi" dan nantinya manfaatnya dapat dirasakan oleh warga masyarkat Ngupasan khususnya dan warga Kota Yogyakarta secara umum.