PERESMIAN KAMPUNG RATMAKAN SEBAGAI

Merunut fakta historis, perumusan Pancasila sebagai ideologi sekaligus "dasar negara" Indonesia lahir melalui proses yang cukup singkat yakni sejak tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945 saat di mana Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidang pertama bersama "panitia sembilan (perumus Pancasila)", guna membahas dasar negara, hingga akhirnya Pancasila dinyatakan sah dan resmi dijadikan sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945. Kata Pancasila sendiri diambil dari bahasa sansekerta, di mana Panca berarti lima dan Sila yang berarti dasar atau asas. (Kata Pancasila sendiri diambil dari bahasa sansekerta, di mana Panca berarti lima dan Sila yang berarti dasar atau asas.("Sejarah Lahirnya Pancasila, Dasar Negara Indonesia", Kompas.com).

Tentunya, besar harapan para founding father kita kepada anak bangsa Indonesia saat ini agar Pancasila tidak hanya sebagai slogan dan deklarasi ceremonial semata, namun tetap diaktualisasikan, dijaga dan dilestarikan untuk anak cucu bangsa Indonesia kelak di masa datang. Untuk itu, maka atas inisiatif warga  masyarakat Kampung Ratmakan pada Senin, 4 April 2022 menggelar dan meresmikan Ratmakan sebagai "Kampung Pancasila". acara tersebut dihadiri oleh Dandim 0734 Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta,Ka.Kesbangpol Yogyakarta, Mantri Pamong Praja Gondomanan dan Lurah Ngupasan.

Dalam Sambutannya, Komandan Kodim 0734 Yogyakarta menyampaikan. "Bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila memang harus dimulai dari diri kita dan sebaiknya sejak usia dini dan salah satu implementasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari yakni semangat gotong royong antar sesama yang merupakan salah pengamalan sila ketiga Pancasila". "Dengan adanya semangat persatuan, maka bangsa Indonesia akan tetap menjadi bangsa yang kuat dan berdaya juang tinggi dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan di era global ini, pungkasnya. Acara peresmian Ratmakan sebagai Kampung Pancasila ini di tutup dan disemarakkan dengan pentas seni "parade senja" yang notabene mereka adalah anak-anak yang selama ini  gemar berkecimpung dalam dunia seni tari.